Proceedings Annual Conference on Moderate Islamic Studies https://ancomis.unikhams.ac.id/index.php/files ANCOMIS : Annual Conference on Moderate Islamic Studies en-US nurul.anam86@gmail.com (Dr. Nurul Anam, S.Pd.I, M.Pd.) ghifariilham0@gmail.com (M. Ghifari Ilham Akbar, A.Md.T) Wed, 15 Oct 2025 01:24:05 +0000 OJS 3.3.0.13 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Dinamika Kurikulum PAI di Madrasah: Studi pada Masa KBK dan KTSP https://ancomis.unikhams.ac.id/index.php/files/article/view/22 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan kurikulum <br>Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan <br>Madrasah Aliyah (MA) pada era Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) <br>tahun 2004 dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun <br>2006. Penggunaan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi <br>kepustakaan (library research) memungkinkan penulis menganalisis <br>berbagai sumber literatur terkait pengembangan kurikulum PAI. Hasil <br>penelitian menunjukkan bahwa pada masa KBK, fokus kurikulum <br>tertuju pada penguasaan kompetensi peserta didik secara utuh, yang <br>105 <br>mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Sedangkan pada <br>masa KTSP, pendekatan kurikulum bergeser ke arah desentralisasi, <br>memberi keleluasaan kepada satuan pendidikan untuk menyesuaikan <br>kurikulum dengan kebutuhan lokal dan karakteristik peserta didik. <br>Perubahan ini mencerminkan respons terhadap tantangan zaman dan <br>kebutuhan kontekstual pendidikan Islam di Indonesia. Pengembangan <br>kurikulum PAI di MTs dan MA selama masa ini mencerminkan upaya <br>sistematis dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam yang relevan, <br>adaptif, dan berkarakter, melalui pemberdayaan guru, integrasi nilai<br>nilai keislaman, serta partisipasi aktif masyarakat.</p> Siti Mabrurah Aliyah, Musrifatul Hasanah, Muhamad Ansori Copyright (c) 2025 Proceedings Annual Conference on Moderate Islamic Studies https://ancomis.unikhams.ac.id/index.php/files/article/view/22 Mon, 28 Jul 2025 00:00:00 +0000 Analisis Produk Pengembangan Kurikulum: Faktor Pendorong dan Korelasinya dengan Model Pengembangan Kurikulum Model Taba, Tyler dan Oliva di Madrasah Aliyah Wahid Hasyim Balung https://ancomis.unikhams.ac.id/index.php/files/article/view/23 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi berbagai produk pengembangan kurikulum yang diterapkan di MA Wahid Hasyim Balung serta menelaah keterkaitannya dengan sejumlah model pengembangan kurikulum, khususnya model Taba, Tyler, dan Oliva. Kurikulum di madrasah ini merupakan bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan siswa, serta nilai-nilai lokal dan religius. Inovasi yang diimplementasikan mencakup penggunaan ujian 115 berbasis komputer (CBT), sistem absensi digital, pembiasaan ibadah berjamaah, kajian keislaman, kegiatan sosial seperti anjangsana, serta kelas keterampilan vokasional. Proses pengembangan ini melibatkan kolaborasi aktif dari berbagai pihak, termasuk pendidik, orang tua, alumni, dan tokoh masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa strategi pengembangan kurikulum di MA Wahid Hasyim Balung sejalan dengan pendekatan model Taba yang menekankan partisipasi dan konteks, model Tyler yang terstruktur dan evaluatif, serta model Oliva yang menyatukan berbagai elemen dan berorientasi pada kebutuhan lokal. Studi ini menekankan pentingnya merancang kurikulum yang kontekstual, kolaboratif, dan adaptif guna meningkatkan relevansi pendidikan dalam menghadapi era digital.</p> Achmad Zaeni Anwar, Muhamad Ansori Copyright (c) 2025 Proceedings Annual Conference on Moderate Islamic Studies https://ancomis.unikhams.ac.id/index.php/files/article/view/23 Wed, 15 Oct 2025 00:00:00 +0000 Harmonisasi Kearifan Lokal dan Syariah: Studi Tradisi Bettonan dalam Pertanian di Sumberpakem, Jember https://ancomis.unikhams.ac.id/index.php/files/article/view/21 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik tradisi bettonan dalam kerjasama pengelolaan lahan pertanian di Desa Sumberpakem, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, serta meninjau kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap enam informan utama yang terdiri dari pemilik lahan, pengelola/penggarap, dan tokoh agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bettonan merupakan sistem kerjasama agraris yang berjalan secara turun-temurun, berbasis kepercayaan, dan tidak melibatkan kontrak tertulis. Praktik ini mencerminkan semangat gotong royong dan pembagian peran yang adil antara pemilik lahan yang menanggung seluruh biaya produksi dan penggarap yang menyumbangkan tenaga kerja. Dari perspektif ekonomi Islam, praktik ini memiliki kemiripan dengan akad muzara’ah dan mukhabarah, di mana terdapat unsur kerelaan (ridha), keadilan, dan tanggung jawab bersama. Meskipun sistem ini belum sepenuhnya memenuhi standar administrasi syariah—karena belum adanya kejelasan pembagian hasil pada kondisi gagal panen di awal akad—substansi pelaksanaannya mengandung nilai-nilai syariah seperti kejujuran, transparansi, dan musyawarah. Tradisi bettonan juga dapat dikategorikan sebagai ‘urf shahih (kebiasaan yang sah secara syariat) karena tidak bertentangan dengan hukum Islam dan telah menjadi norma sosial yang diterima masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi bettonan merupakan bentuk harmonisasi antara kearifan lokal dan ekonomi Islam yang dapat menjadi model pengelolaan agraria berbasis keadilan sosial dan keberlanjutan.</em></p> Achmad Farid Copyright (c) 2025 Proceedings Annual Conference on Moderate Islamic Studies https://ancomis.unikhams.ac.id/index.php/files/article/view/21 Mon, 28 Jul 2025 00:00:00 +0000