Pemikiran Abu A’la Maududi Tentang Etika Negara Dan Kedaulatan Tuhan
DOI:
https://doi.org/10.53515/ancomis.v1i2.25Keywords:
Abu A'la Maududi, etika negara, kedaulatan Tuhan, teodemokrasi, politik IslamAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Abu A'la Maududi mengenai etika negara dan kedaulatan Tuhan (Hakimiyyah Allah) serta relevansinya dalam kehidupan bernegara pada era kontemporer. Maududi merupakan salah satu pemikir politik Islam yang menempatkan Allah sebagai pemegang kedaulatan tertinggi, sedangkan manusia berperan sebagai khalifah yang bertugas menjalankan amanah-Nya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai sumber pustaka, baik karya-karya Abu A'la Maududi maupun literatur ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Maududi tentang etika negara menekankan prinsip tauhid, keadilan, amanah, musyawarah, dan tanggung jawab moral sebagai dasar penyelenggaraan pemerintahan. Konsep kedaulatan Tuhan yang dikemukakannya melahirkan gagasan teodemokrasi, yaitu sistem pemerintahan yang mengintegrasikan nilai-nilai ketuhanan dengan partisipasi masyarakat dalam proses politik. Selain itu, keadilan dipandang sebagai tujuan utama negara yang harus diwujudkan dalam bidang hukum, ekonomi, dan sosial-politik. Meskipun menghadapi tantangan dalam masyarakat modern yang pluralistik, pemikiran Maududi tetap relevan sebagai landasan etis dalam membangun pemerintahan yang berintegritas, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Dengan demikian, pemikiran Abu A'la Maududi memberikan kontribusi penting dalam pengembangan diskursus politik Islam dan tata kelola pemerintahan yang berkeadilan pada era kontemporer.





Annual Conference on Moderate Islamic Studies