Pembelajaran Nilai Nilai Karakter dalam Kitab Bidayatul Hidayah
Abstract
Posisi karakter menjadi vital dalam pembentukan pribadi manusia, sebab manusia yang memiliki kecerdasan intelektual setinggi apapun tidak akan bermanfaat secara positif bila tidak memiliki kecerdasan secara afektif, sosial, maupun spiritual. Tereliminasinya nilai karakter sebagai salah satu penyebab utama akan kemerosotan moral dan budi pekerti masyarakat yang tercermin dari tingginya angka kriminalitas maupun perbuatan amoral. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantern Nurul Hidayah Tenggarang Bondowoso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Tehnik penentuan informannya purposive sampling. Tehnik pengumpulan datanya menggunakan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan mengikuti cara yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman, yaitu; reduksi data, display data, mengambil kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini antara lain: (1) nilai-nilai karakter dalam Kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Ghazali yang diajarkan di Pesantren adalah karakter religiusitas, kejujuran, toleransi, Komunikatif, cinta damai, tanggung jawab. Nilai-nilai ini bertujuan memperkuat karakter individu baik dalam relasi dengan Allah maupun dengan sesama. (2) Proses pembelajaran kitab ini meliputi beberapa komponen, yaitu perencanaan yang mencakup media dan jadwal pembelajaran, tujuan pembelajaran yang berfokus pada karakter, akhlak, dan tasawuf, serta metode wetonan, di mana ustadz membacakan dan menjelaskan isi kitab, sementara santri menyimak dan mencatat. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan perilaku harian santri serta melalui ujian tulis dan lisan. (3) Hasil dari penerapan nilai-nilai karakter menunjukkan dampak positif yang signifikan dalam pembentukan karakter santri, terlihat dari peningkatan religiusitas, kejujuran, toleransi, keterampilan komunikasi, cinta damai, kepedulian sosial, dan tanggung jawab. Secara keseluruhan, implementasi nilai-nilai ini memperkuat karakter santri, menjadikan mereka pribadi yang lebih baik, dan menciptakan lingkungan pesantren yang harmonis.





Annual Conference on Moderate Islamic Studies